Selasa, 10 Februari 2015
Selasa, 23 Desember 2014
Inilah Strategi Pokok Kebijakan TNI Tahun 2015
Oleh : Mochamad Purnaegi Safron
Konsistensi TNI guna melanjutkan eksistensi NKRI serta mendukung jalannya pembangunan merupakan
langkah-langkah strategis dalam melanjutkan pembangunan berkelanjutan. Langkah strategis tersebut maka Panglima Jenderal TNI Moeldoko mengeluarkan Pokok-Pokok Kebijakan TNI Tahun 2015. Adapun isi dari Pokok-pokok Kebijakan TNI Tahun 2015, adalah sebagai berikut:
1.
Penguatan Kapasitas dan Kapabilitas Intelijen TNI
- Meningkatkan interoperabilitas pada aspek perencanaan kegiatan maupun operasi intelijen dengan tetap memperhatikan potensi ancaman dan kemampuan alutsista.
- Meningkatkan kemampuan intelijen melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia intelijen TNI melalui pendidikan dan latihan guna meningkatkan kemampuan personel dan kualitas produk Intelijen yang dihasilkan.
- Meningkatan kualitas Matsus intelijen melalui sinergi teknis (Interoperability) antar-matra dan Mabes TNI dan modernisasi teknologi yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan.
2. Membangun Interoperabilitas Satuan Operasi TNI dan
Manajemen Operasi TNI
- Mewujudkan kesiapan operasional satuan di seluruh jajaran TNI yang bertumpu kepada keterpaduan sumber daya manusia, alutsista dan nonalutsista TNI.
- Peningkatan interoperabilitas TNI melalui keterpaduan pembangunan, pembinaan, penggunaan dan penggelaran kekuatan serta kemampuan TNI dalam aspek perencanaan, personel, logistik, operasi, dukungan, doktrin, strategi dan petunjuk-petunjuk sesuai stratifikasinya.
- Menyiapkan kekuatan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI untuk menindak ancaman di daerah yang tidak dapat diatasi oleh kekuatan kewilayahan.
- Melaksanakan operasi penegakan keamanan dalam rangka terwujudnya keutuhan wilayah NKRI, keamanan nasional dan terwujudnya pertahanan negara dan terciptanya stabilitas.
- Meningkatkan kesiapsiagaan Satgultor TNI dalam penanggulangan teror yang dapat digunakan sewaktu-waktu dalam rangka menghadapi situasi yang tidak terkendali dari situasi politik dan atau aksi teroris.
- Operasi kemampuan penangkalan terhadap setiap ancaman dan gangguan yang terjadi di sepanjang perbatasan wilayah darat, laut dan udara.
- Memelihara dan meningkatkan kemampuan pengamanan di laut dan udara nasional, wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar, daerah konflik dan pasca konflik, obyek vital nasional yang bersifat strategis serta penegakan hukum di wilayah yurisdiksi nasional, termasuk kebijakan Poros Maritim.
- Melaksanakan Latihan Gabungan TNI Tahun 2015.
- Berperan serta dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dalam operasi perdamaian PBB dan atau organisasi internasional lainnya.
- Menjamin keselamatan, keamanan dan kelancaran kegiatan VVIP serta fasilitas, instalasi dan keamanan wilayah selama kegiatan VVIP.
- Mendukung tugas Polri dalam menanggulangi ancaman dan gangguan Kamtibmas sesuai dengan kebutuhan atau permintaan Polri.
- Membantu Pemda dan BNPB dalam penanggulangan akibat bencana, pengungsian dan pemberian dukungan kemanusiaan dengan menggelar kekuatan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) TNI dan tim SAR.
- Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan guna menghasilkan sumber daya personel TNI yang memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan tugas dalam pengawakan organisasi TNI.
3. Membangun Kompetensi Sumber Daya Manusia TNI
- Meminimalisasi ego sektoral kematraan guna meningkatkan TNI yang solid, kuat, profesional, mencintai dan dicintai rakyat.
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan prajurit melalui pendidikan berbasis kompetensi dengan meningkatkan 10 komponen pendidikan, khususnya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan penataan kurikulum berbasis kompetensi dalam rangka mencapai standarisasi komponen pendidikan.
- Melanjutkan penataan struktur satuan operasional TNI sesuai dengan kualifikasi dan spesialisasi yang dibutuhkan, melalui kebijakan zero growth dan right sizing dalam kerangka Renstra TNI dan MEF.
- Menyusun Rencana Strategis Kesejahteraan Prajurit TNI meliputi bidang perumahan, kesehatan, penghasilan dan pendidikan menuju terwujudnya prajurit TNI yang tangguh dan profesional serta terjamin kesejahteraannya.
- Meningkatkan penegakan disiplin prajurit dan tertib administrasi.
- Meningkatkan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan.
- Melanjutkan Reformasi Birokrasi TNI.
4. Membangun Interoperabilitas Logistik TNI
- Meningkatkan kesiapan Alutsista dan materiil khusus TNI yang sinergi antar-angkatan dengan memberdayakan industri pertahanan nasional.
- Menyusun Rencana Strategis Pemeliharaan Perawatan dan Perbaikan Alutsista TNI guna tercapai kondisi alutsista siap operasi setiap saat yang didukung dengan sistem pemeliharaan perawatan dan perbaikan alutsista TNI dengan baik.
- Optimalisasi Dewan Kebijakan Penentu dalam pengadaan alutsista dan non-alutsista berdasarkan user oriented dan operational requirement.
5. Meningkatkan Peran Teritorial TNI
- Melaksanakan pembinaan teritorial terpadu di daerah perbatasan, pulau terdepan, terpencil dan daerah rawan konflik melalui bhakti TNI, pembinaan ketahanan wilayah maupun komunikasi sosial secara terpadu baik sasaran fisik maupun nonfisik yang melibatkan TNI AD, TNI AL dan TNI AU, kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian dan pemerintah daerah serta lapisan masyarakat.
6. Optimalisasi Tugas Perbantuan
- Kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam.
- Kesiapsiagaan perbantuan Kamtibmas.
- Kesiapsiagaan perbantuan kepada pemerintah daerah.
- Meningkatkan bantuan percepatan pembangunan di daerah.
7. Membangun Sinergitas TNI dengan Lembaga Pemerintah dan
Non-Pemerintah
Pokok-pokok kebijakan TNI untuk tahun 2015, di atas,
dikeluarkan Panglima Jenderal TNI Moeldoko, sekaligus menginsinergikan dengan
para kementerian serta lembaga terkait untuk mendukung jalannya pembangunan. Pokok-pokok kebijakan tersebut
merupakan Rapim TNI Tahun 2015 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur yang
diselenggarakan hari Selasa tanggal 23 Desember 2014.
Berbagi pokok kebijakan TNI untuk tahun 2015, yang dikeluarkan
Panglima Jenderal TNI Moeldoko dan sekaligus menginsinergikan dengan para
kementerian dan lembaga terkait guna mendukung jalannya pembangunan dinilai positif dan merupakan
langkah-langkah strategis dalam eksistensi pembangunan berkelanjutan. Pokok kebijakan
TNI tersebut, mencakup segala aspek dari kehidupan bernegara agar negara ini
tetap maju dan kemandirian sehingga negara kita menjadi perhitungan dihadapan
negara-negara lain.
Pokok kebijakan TNI Tahun 2015, terkait Membangun Kompetensi
Sumber Daya Manusia TNI, yang dalam substansinya mencintai dan dicintai rakyat,
pada kenyataanya prilaku TNI belum mencerminkan keramahtamahan tidak seperti
TNI yang terdahulu, almarhum Bapak saya. Prajurit sekarang jika bergaul secara parsial dan tidak
bermasyarakat sehingga terkesan sombong dan antagonis. Sebagian masyarakat sipil menilai apakah doktrin TNI saat ini memang begitu atau seberapa besar budi pekerti
mereka terhadap dasar militernya pada saat penggelebengan di barak. Dengan demikian, apakah perlu dievaluasi kembali kurikulum Dasmilnya?
Cerminan yang diharapkan masyarakat sipil adalah mari kita
bersosial dengan semua lapisan dengan menyebarkan senyum dan keramahtamahan
sehingga TNI disegani masyarakat kita. Dengan demikian, masyarakat akan membantu
saling bahu membahu untuk mengamankan NKRI ini. Bravo TNI!
Sumber
:
sindonews.com
Senin, 22 Desember 2014
Kaum Yahudi yang Bercerai-Berai Akhirnya Berkumpul di Israel
Oleh : Mochamad Purnaegi Safron
Umat Islam yang beriman berkeyakinan
sesuai dengan ajaran yang telah diterapkan dalam Al-Quran bahwa di akhir zaman
sebelum kedatangan Isa Al-Masih, orang orang Yahudi yang telah terusir,
bercerai-berai dan berhijrah ke seluruh pelosok dunia akan berkumpul kembali
ketempat asal mereka di Palestina. Inilah yang sekarang kita saksikan bahwa
seluruh orang-orang Yahudi berkumpul dan bercampur-baur setelah mereka bercerai
berai sesuai dengan firman Allah
“Dan Kami berfirman sesudah itu
kepada Bani Israil “Diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit,
niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur” (Q.S. Al Israa’, 104)
“Dan Apabila datang saat hukuman bagi kejahatan yang kedua (Kami datangkan
orang orang lain) untuk menyuramkan muka muka kamu dan mereka masuk ke dalam
masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk
membinasakan sehabi-habisnya apa saja yang mereka kuasai” ( Q.S. Al Isra’ 7)
Ahli sejarah beranggapan bahwa dari
sepuluh kabilah yahudi yang bercerai-berai, mereka telah berhijrah keseluruh
pelosok dunia, diantaranya ke Asia, Afrika, Rusia, dan negara negara Arab. Ada
lagi diantara mereka yang menetap di Afrika sampai sekarang ini yaitu kabilah
Flasha di Ethiopia dan kabilah Yambah di Zimbabwe dan Afrika Selatan, dan yang
lainnya ada yang berhijrah ke Jazirah Arabia seperti ke Bahrain, Khaibar,
Madinah, dan Yemen, juga ada lagi yang berhijrah ke Asia seperti ke Iran, Cina,
Jepang,dan Burma, dan sebagian ada yang berhijrah ke Rusia dan Eropa.
Janji Allah untuk mengembalikan Bani
Israel ke Yerusalem (Baitul Maqdis) berlangsung dua kali.
Pertama, yaitu pada masa Nabi Musa
AS. Dengan izin Allah, Nabi Musa menuntun Bani Israel untuk keluar dari Mesir,
membebaskan Bani Israel dari cengkeraman Fir’aun. Tapi setelah di Baitul
Maqdis, mereka melakukan kedurhakaan lagi. Karena kedurhakaannya itu, maka Bani
Israel diazab Allah. Allah mengirimkan Raja Babilonia, yaitu Nebukadnezar untuk
menaklukkan Yerusalem. Sehingga, sebagian orang Yahudi/Israel dibunuh dengan
pedang dan sebagian lainnya dibawa sebagai budak ke Babilonia.
Kedua, mengumpulnya Bani Israel
untuk yang kedua kali (janji akhir) terjadi mulai tahun 1948, yaitu sejak kaum
Yahudi memproklamasikan berdirinya negara Israel. Dari sinilah eksodus
besar-besaran keturunan Yahudi/Israel dari Amerika, Eropa, dan Uni Sovyet untuk
kembali ke Baitul Maqdis. Syarat untuk dapat diterima menjadi warga negara
Israel adalah harus bisa menunjukkan 4 keturunanannya ke atas dari garis ibu
adalah Yahudi murni.
Dalam undang-undang Kembali ke
Israel (5710 tahun 1950) disebutkan: “Dianggap sebagai Yahudi adalah seorang
individu yang dilahirkan dari seorang ibu Yahudi.” Jadi yang menetap di negara
Israel saat ini adalah keturunan Yahudi Murni. Saat ini proses kembalinya
orang-orang Yahudi ke negara Israel sedang berlangsung terus. Hal ini
menunjukkan sudah dekatnya azab Allah kepada Bani Israel, yang berarti
Armageddon sudah diambang pintu. Sebuah takdir bagi kehancuran Ghetto Yahudi
Israel yang tidak bisa dihindari.
Sekarang kita bisa melihat sendiri
bahwa semua orang Yahudi yang telah berhijrah, bercerai berai, dan hilang,
mereka datang kembali dari seluruh dunia, berkumpul di satu tempat dan
membentuk satu negara Israel. Perkumpulan dan kembalinya Ashbat Yahudi ke tanah
Palestine merupakan suatu hikmah dan hal yang sangat penting demi untuk
membuktikan ketepatan janji Allah bagi hambanya yang soleh dan beriman bahwa
mereka akan mendapat kemenangan yang gemilang di masa mendatang Insya Allah.
Karena jika orang-orang Yahudi tidak kembali berkumpul dan bercampur-baur di
satu tempat, maka bagaimana mereka akan dibinasakan sehabis-habisnya dengan apa
yang mereka kuasai.
Tidak akan datang hari kiamat
sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka. Sehingga
bersembunyilah orang-orang Yahudi dibelakang batu atau kayu, kemudian batu atau
kayu itu berkata, “Wahai orang Muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi
dibelakang saya, kemarilah dan bunuhlah dia!” Kecuali pohon Gharqad (yang tidak
berbuat demikian) karena ia termasuk pohon Yahudi. (HR. Bukhari dan Muslim)
Sumber:
Daulah Islam
http://ekapka.blogspot.com/
http://ekapka.blogspot.com/
Rabu, 26 November 2014
BBM Bersubsidi Naik Kita Tetap Bersyukur, Bro!
Oleh : Mochamad Purnaegi SafronKeputusan Presiden Jokowi menaikkan BBM bersubsidi, tentunya menimbulkan kekecewaan dari semua elemen masyarakat. Kenaikan BBM tersebut, sangat dirasakan khususnya bagi rakyat miskin dalam hidupanya. Berbagai bentuk keluhan atau kekecewaan kenaikan BBM itu dalam bentuk demo yang intinya tolak kenaikan BBM. Selain BBM naik, kemungkinan akan diikuti lainnya, seperti listrik dan gas elpiji. Waduh !
Dengan keputusan Presiden Jokowi menaikkan BBM bersubsidi, kita sebagai
orang beriman tetap bersyukur. Karena dengan bersyukur tidak mengenal susah
maupun senang dan tidak mengenal kondisi apapun. Dengan bersyukur hati tetap
tenang dan tidak resah dalam keadaa apa pun. kita harus bisa bersyukur dalam
hidup ini. Bersyukur tidak hanya sesuatu yang wajib dilakukan oleh kita yang
memiliki iman, tetapi bersyukur adalah juga alat pembuka rejeki dan nikmat yang
lebih banyak lagi.
Syukur dan rasa terima kasih kita kepada Tuhan yang telah menganugerahi
kita kehidupan ini membantu kita menikmati dan menerima kesuksesan hidup yang
selama ini kita cari. Dengan rasa syukur yang kita rasakan akan kehidupan kita,
kesuksesan itu pada esensinya sudah tidak perlu lagi kita cari, ia sudah ada di
sini, di hidup Anda saat ini pula.
Kita sering pula mendengar orang yang mengatakan, "Aku selalu
bersyukur, kok, tapi nyatanya hidupku hanya begini-begini saja"? kalimat ini
umumnya sering kita dengar. Kalimat ini membuktikan berarti Anda Belum
Bersyukur. Bersyukur bukanlah sekedar
kata-kata. Bersyukur adalah sebuah rasa terima kasih dan penghargaan yang
mendalam atas sebuah pemberian dari yang Maha Kuasa.
Beberapa Bentuk Sifat Tidak Bersyukur
1. Mengeluh
Setiap jenis keluhan entah itu yang diutarakan dengan bercanda, apalagi
yang serius, adalah ciri tipisnya atau bahkan tidak adanya rasa syukur. Dan ini
tidak hanya meliputi keluhan terhadap kondisi personal, diri dan badan kita
sendiri, tetapi juga keluhan terhadap kondisi lingkungan, masyarakat dan
negara.
Misalnya: mengeluh tentang harga barang yang makin mahal, mengeluh tentang
penghasilan yang kecil, mengeluh tentang negara yang makin kacau, tentang
resesi ekonomi, tentang bencana, tentang apapun, di sekitar kita. Pokoknya
semua jenis keluhan. Keluhan berbahaya karena membuat orang lupa atau buta akan
kondisi sebaliknya, dan kalau diulang berkali-kali akan merasuk ke dalam jiwa
dan menjadi sesuatu yang kita percayai.
2. Mengecil-ngecilkan Nikmat yang
telah diberikan Tuhan
Bentuk mengecilkan nikmat yang telah diberikan Tuhan YME, Misalnya,
kalimat-kalimat macam ini: Ah, gajiku sih kecil... Ah, biasa saja... Rumahku
kan gubug ini, lain dengan rumahmu... Ayo kita makan seadanya saja ya... dsb.
Kalimat ini, ucapan bagian dari budaya kita, untuk merendah, tidak
sombong, tetapi yang jadi masalah adalah kalau omongan ini terlalu sering kita
ucapkan sehingga kita tidak lagi bisa membedakan antara hanya sekedar basa-basi
dengan yang sebenarnya kita rasakan. Padahal sebenarnya, tidak ada suatupun di
dunia ini yang merupakan sesuatu yang kecil. Uang 5 perakpun seandainya tidak
diberikan-NYA, Anda tidak akan bisa memilikinya.
3. Kikir
Sifat kikir adalah juga satu tanda tidak bersyukurnya seseorang. Dia
merasa bahwa yang dia miliki masih kecil jumlahnya, sehingga tidak mau berbagi
atau sulit berpisah dengannya. Atau dia khawatir, cemas, dan takut tidak akan
mendapat lagi, sehingga merasa harus menyimpan-nyimpan untuk diri sendiri.
Cara berpikir kikir sungguh berbahaya, lebih berbahaya dari suka
mengeluh, karena di belakangnya tersimpan rasa tidak adanya terima kasih pada
Tuhan, serta rasa tidak percaya akan pertolongan dan kekuasaan Tuhan, dan ini
dalam bahasa agama, ekstrim-nya, bisa dikategorikan kufur dan kafir.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai
...orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan yang
menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka...
~ Qur'an:
Surat An-Nisa': 36-37 ~
4. Menginginkan apa yang menjadi
milik orang lain
Ada orang yang kerjanya lapar mata terus. Tidak pernah puas. Apapun
yang dimiliki orang lain, ingin dia miliki juga, bahkan dengan penuh rasa
persaingan. Dia tidak bisa melihat orang lain maju tanpa sekilas perasaan iri
atau dengki menyelimuti.
Bagaimana Bersyukur Secara Konkret
1. Coba membiasakan diri mencatat, setiap hari, semua hal baik yang
terjadi pada kita hari itu. (Keep a gratitude journal), Pagi dan sore kalau
bisa. Kalau tidak, ya, cukup sekali saja, mungkin menjelang tidur. Di sebuah
buku khusus, tulis setiap harinya, paling sedikit 50 hal yang bisa Anda syukuri
hari itu.
Banyak yang menyarankan, untuk pertama kali melakukan ini, paling
sedikit menulis 100 hal yang kita syukuri. Besar dan kecil. Semuanya. Ini
memaksa kita, pikiran sadar dan bawah sadar kita untuk melihat bahwa ternyata
dalam hidup kita ini TELAH ada begitu banyak yang patut kita hargai dan ucapkan
rasa terima kasih kepada Tuhan karenanya.
Sesudah itu secara rutin tetap dilakukan walau jumlah yang dituliskan
tidak sebanyak yang pertama. Tidak punya cukup banyak hal untuk disyukuri?
Masa?. Coba, Anda masih bisa menggerakkan jari-jari Anda? Syukuri itu. Rambut
Anda tidak berkutu? Syukuri itu. Anda masih bisa ke 'belakang' dengan normal?
Bukannya itu juga suatu anugerah? Anda
bisa menarik napas? Syukuri ini juga, ada orang-orang yang menderita tidak bisa
melakukannya.
Udara masih bebas. Air bersih masih mudah didapat. Hujan yang mendinginkan
negeri kita yang berdebu dan panas ini masih mau turun. Malam masih gelap
sehingga kita bisa tidur dan istirahat. Matahari belum terbit di sebelah barat.
Dan masih banyak lagi. Jadi, mana mungkin Anda tidak punya sesuatu untuk
disyukuri. Bersyukurlah banyak-banyak, setiap hari, setiap saat. karena nasib
Anda labih baik dari jutaan manusia lainnya di dunia.
Dan jika kamu menghitung-hitung
ni'mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya (karena banyaknya).
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyayang.
~ Qur'an:
Surat An Nahl: 18 ~
2. Setiap hati kita suntuk dan resah, dan mulai kehilangan semangat dan
kepercayaan, coba baca ulang "jurnal syukur" Anda tersebut, dan lihat
betapa banyak yang TUHAN TELAH berikan kepada Anda.
3. Bila Anda sendiri sedang merasa kekurangan, coba cari beberapa orang
yang Anda tahu lebih buruk lagi kondisinya dibandingkan Anda. Cari, temui,
amati kehidupan mereka. Lalu lakukan sesuatu yang bisa membantu mereka
(meskipun sedikit). Ini "memaksa" kita untuk lagi-lagi melihat betapa
beruntungnya kita, dan bahwa nikmat Tuhan itu tidak akan habis meski kita
membaginya dengan orang lain.
4. Istilah kalimat "UNTUNG"
yaitu, bila seseorang tertimpa musibah, orang itu selalu mencari baiknya dan
mengatakan, "Untung ya ....." (lalu menyebutkan sesuatu yang
sebaliknya dari musibah tadi). Misalnya: Bila satu keluarga sakit semua, mereka
akan bilang, "Untung tidak sampai meninggal." "Atau
untung punya uang untuk berobat." Atau "Untung tidak perlu
sampai dirawat." Istilah lain yaitu "the silver lining of the
dark grey clouds" atau mencari elemen positif dari segala sesuatu yang
di luarnya nampak negatif.
5. Cara menerapkan kunci sukses dahsyat bersyukur berikutnya, adalah
dengan selalu menjawab dengan penuh semangat dan rasa bahagia semua pertanyaan
yang menanyakan kabar Anda, entah itu tentang kondisi kesehatan, keuangan Anda,
kehidupan Anda dsb. Jawab semua pertanyaan tentang kabar Anda dengan kalimat
seperti berikut, "Alhamdulillah" Apapun itu berita baiknya, walau
sekecil apa. Jangan katakan dengan lesu dan lemas, "Ya, beginilah nasib
saya Mas" atau jawaban lain yang senada.
6. Sering-sering mengadakan acara "syukuran" juga merupakan
langkah menerapkan kunci sukses dahsyat bersyukur ini. (Yes, make every day
a thanks-giving day). Bisa berupa mentraktir makan sobat karib (berdua saja
bila memang dana terbatas) sebagai rasa syukur dia telah mendukung kita selama
ini. Bisa lebih besar dengan mengundang tetangga makan-makan di rumah. Bisa
dengan mengirim makanan ke panti asuhan, ke anak-anak jalanan di bawah
jembatan, ke mana saja.
Dampak syukur Bagi Kesehatan
Ada 10 (sepuluh) dampak syukur bagi kesehatan yang kita rasakan di
kehidupan ini :
1. Menjaga kesehatan mental remaja
Remaja yang pandai bersyukur tentulah lebih bahagia. Selain itu mereka
juga dikenal memiliki pandangan yang lebih baik terhadap hidupnya, bertingkah
laku lebih baik di sekolah hingga lebih bisa diharapkan ketimbang
teman-temannya yang kurang bersyukur.
"Lebih pandai bersyukur mungkin adalah hal yang diperlukan oleh masyarakat
kita untuk menumbuhkan generasi yang siap membuat perbedaan pada dunia,"
kata peneliti Giacomo Bono, PhD, seorang profesor psikologi dari California
State University.
2. Meningkatkan kesejahteraan
Sebuah studi pada tahun 2003 yang dipublikasikan dalam Journal of
Personality and Social Psychology, rajin bersyukur dapat mendorong
kesejahteraan seseorang. Pandangan hidup orang yang melakukannya pun jadi lebih
cerah serta memunculkan hal-hal positif yang lebih besar pada orang tersebut.
3. Nilai akademis yang lebih baik
Siswa sekolah menengah yang pandai bersyukur terbukti memiliki nilai
akademik yang lebih bagus, termasuk dalam hal integrasi sosial dan kepuasan
terhadap hidup daripada rekan-rekan mereka yang kurang bersyukur. Hal ini
diungkap sebuah studi pada tahun 2010 yang ditampilkan dalam Journal of
Happiness Studies. Peneliti juga menemukan bahwa remaja yang pandai bersyukur
lebih jarang mengalami depresi atau mudah cemburu. "Lagipula jika
dikombinasikan dengan studi sebelumnya, penggambaran manfaat rasa syukur itu
lebih jelas terlihat saat remaja," ungkap peneliti.
4. Menjadi teman yang lebih baik bagi orang lain
Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2003 dalam Journal of Personality
and Social Psychology, rasa syukur juga dilaporkan dapat mendorong perilaku
sosial yang positif seperti membantu orang lain yang tertimpa masalah atau
memberikan dukungan emosional pada orang lain.
5. Tidur lebih nyenyak
Menuliskan berbagai hal yang patut disyukuri sebelum beranjak tidur
dapat membantu seseorang tertidur lebih nyenyak. Fakta ini diungkap sebuah
studi yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Psychology: Health and
Well-Being. Secara spesifik, peneliti menemukan bahwa ketika seseorang
menghabiskan waktu 15 menit untuk menuangkan segala hal yang mereka syukuri ke
dalam sebuah jurnal sebelum tidur maka orang yang bersangkutan akan lebih cepat
tertidur dan tidur lebih lama.
6. Memperkuat hubungan dengan pasangan
Sebuah studi yang ditampilkan dalam jurnal Personal Relationship
mengungkapkan bahwa mensyukuri setiap hal terkecil yang dilakukan pasangan
membuat hubungan seseorang dengan pasangannya dijamin akan lebih kuat. Sama
halnya jika Anda membuat jurnal tentang segala hal yang Anda syukuri dari
pasangan karena hal itu juga akan memberikan dampak positif bagi hubungan.
7. Menjaga kesehatan jantung
Pada tahun 1995, sebuah studi yang dipublikasikan dalam American
Journal of Cardiology menunjukkan bahwa apresiasi dan emosi positif dapat
dikaitkan dengan perubahan variabilitas detak jantung. Hal ini dianggap
bermanfaat dalam terapi pengobatan hipertensi dan mengurangi kemungkinan
kematian mendadak pada pasien gagal jantung kongestif dan penyakit jantung
koroner.
8. Memperkuat moral tim
Atlit yang pandai bersyukur lebih sedikit mengalami kelelahan dan lebih
banyak mendapatkan kepuasan hidup, termasuk kepuasan terhadap kinerja timnya.
9. Sistem kekebalan yang lebih sehat
Rasa syukur juga dikatakan berkaitan dengan optimisme sehingga
mendorong sistem kekebalan tubuh menjadi lebih sehat. Salah satunya dibuktikan
oleh sebuah studi dari University of Utah yang menunjukkan bahwa mahasiswa
jurusan hukum yang stres namun tetap optimis terbukti memiliki lebih banyak
sel-sel darah yang meningkatkan kesehatan sistem kekebalan ketimbang
rekan-rekan mereka yang pesimis.
10. Mencegah emosi negatif akibat datangnya musibah
WebMD melaporkan bahwa musibah dapat mendorong munculnya rasa syukur
dan hal itu dapat meningkatkan perasaan saling memiliki sekaligus menurunkan
stres.
Kalimat syukur juga diungkapkan oleh Negarawan Romawi yang hebat Marcus
Tullius Cicero pernah berkata, “Tindakan bersyukur adalah sumber kebajikan.” Tindakan
bersyukur bukan hanya sumber kebajikan, tetapi juga sumber semua kebaikan
hidup. Bersyukur membawa kasih, kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Di mana
pun Anda menemukan orang-orang yang benar-benar berhasil, Anda menemukan
tindakan bersyukur dalam jumlah besar. Tindakan bersyukur menciptakan medan
tarik-menarik yang lebih kuat daripada yang lainnya, kekuatan daya tariknya
begitu kuat sehingga tidak dapat menahan datangnya visi Anda kepada Anda.
Apabila direnungkan secara mendalam, ternyata memang banyak nikmat
Allah yang telah kita terima dan gunakan dalam hidup ini. Demikian banyaknya
sehingga kita tidak mampu menghitungnya. Allah berfirman, ''Dan jika kamu
menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS 16:
18).
Marilah kita menjadi hamba yang pandai bersyukur kepada Allah SWT dalam
kondisi apa pun dalam detik, menit, jam dan sebagainya. Amin
sumber :
http://www.suksestotal.com
http://www.apakabardunia.com
http://www.akuinginsukses.com
https://id-id.facebook.com/notes
Langganan:
Postingan (Atom)

