Jumat, 24 Januari 2014

Budaya Macet yang Membosankan


Kemacetan di kota besar seperti di wilayah Jakarta pada pagi dan sore hari sepertinya sudah menjadi rutinitas yang selalu terulang dan menjadi budaya yang membosankan sehingga tidak nyaman dalam berkendaraan. Berbagai aspek telah terkena imbasnya sehingga menyebabkan pemborosan dan penggunaan energi secara tidak efisien. 



Akibatnya, pembangunan dan mobilisasi masyarakat terganggu yang berdampak pada menurunnya produktivitas dalam berbagai bidang pekerjaan.

Tidak hanya masyarakat Jakarta saja yang kewalahan, masyarakat luar Jakarta yang bermata pencarian di Ibu Kota pun ikut menjadi korban dari permasalahan kemacetan Jakarta yang tidak kunjung selesai. Hal ini merupakan hal vital yang dapat menghambat proses pembangunan masyrakat Jakarta pada khususnya dan daerah–daerah di sekitarnya.   

Selain itu juga di beberapa tempat seperti kita lihat yaitu mall, pasar dan tempat-tempat keramaian, simpang jalan, pintu kereta dan arah putar balik dll.  Ditambah para pengguna jalan sering menyeberang jalan dengan tidak menggunakan jembatan penyeberangan. Hal ini juga merupakan salah satu penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas. Selain itu, juga banyak angkutan umum yang sering menaik dan menurunkan penumpang tidak  pada tempatnya, seperti di perempatan jalan dan pertigaan jalan. Kedisiplinan para pengguna jalan memang dinilai masih rendah, seharusnya mereka berusaha untuk memperbaiki kebiasaan buruk tersebut karena mereka tidak sendiri di jalan, ada ratusan bahkan ribuan pengguna jalan lainnya.

Parahnya lagi, dari jumlah tersebut juga masih banyak kendaraan umum yang sudah tidak layak pakai, sehingga keadaan seperti itu semakin memperkeruh situasi dengan banyaknya polusi udara. Selain jumlahnya yang kalah jauh dibanding jumlah kendaraan yang ada, kondisi jalan juga diperparah lagi oleh adanya kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu jalannya lalu lintas seperti adanya pasar tumpah serta pedagang kaki lima yang menjual dagangannya di sepanjang trotoar yang seharusnya digunakan untuk para pejalan kaki.

Kemacetan lalulintas menurut Boediningsih (2011) menyatakan bahwa “Kemacetan lalu lintas terjadi karena beberapa faktor, seperti banyak pengguna jalan yang tidak tertib, pemakai jalan melawan arus, kurangnya petugas lalu lintas yang mengawasi, adanya mobil yang parkir di badan jalan, permukaan jalan tidak rata, tidak ada jembatan penyeberangan, dan tidak ada pembatasan jenis kendaraan. Banyaknya pengguna jalan yang tidak tertib, seperti  adanya pedagang kaki lima yang berjualan di tepi jalan, dan parkir liar. Selain itu, ada pemakai jalan yang melawan arus. Hal ini terjadi karena kurangnya jumlah petugas lalu lintas dalam mengatasi jalannya lalu lintas terutama di jalan-jalan yang rawan macet”.

Penyebab lainnya menurut Boediningsih adalah “Permukaan jalan yang tidak rata. Sebaiknya dilakukan perbaikan jalan agar jalan kembali rata. Selain itu, jenis kendaraan yang lewat di jalan-jalan tertentu sebaiknya ada pembatasan, misalnya untuk mobil truk tidak boleh melewati jalan yang rawan macet pada jam-jam sibuk dengan tujuan untuk menghindari kemacetan lalu lintas”.

Hoeve (1990) juga mengatakan bahwa “Kemacetan merupakan masalah yang timbul akibat pertumbuhan dan kepadatan penduduk  sehingga arus kendaraan bergerak sangat lambat”. Masalah kemacetan akan timbul pada kota yang penduduknya lebih dari 2 juta jiwa, seperti Jakarta, Medan, Bandung, dan Jogyakarta. Macet terjadi hampir setiap saat ini memang membuat lalu lintas di ibukota terasa begitu tidak nyaman bagi para pengguna jalan.

Dampak negatif kemacetan menurut  Bergkamp (2011), bahwa “Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang sangat besar bagi penduduk, seperti pemborosan bahan bakar, terbuangnya waktu secara percuma, dan kerusakan lingkungan akibat polusi udara yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor”.

Ada beberapa dampak akibat terjadinya kemacetan di Jakarta yang dikutip situs Jagatreview.com :

1. Dampak Terhadap Perekonomian
Dewan Transportasi Kota Jakarta menyebutkan kerugian akibat kemacetan sepanjang tahun 2013 mencapai Rp 28 triliun. Secara nasional, kerugiannya hingga Rp 32 triliun. Karena macet, banyak para pengguna jalan kehilangan waktu dan sebagainya. Selanjutnya menyebutkan bahwa tingkat kemacetan lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya sudah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan. Dampak ekonomi yang cukup tinggi (Rp 30 triliun per tahun) merupakan indikator mutlak bahwa perlu diupayakan secepatnya program untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

2. Dampak Terhadap Psikologis
Macet di Jakarta sudah menggila dan membuat stres semua orang. Kalangan pengusaha pun khawatir macet di ibukota bisa membawa dampak psikologis pada karyawan dan pada akhirnya bisa menurunkan produktivitas. Selain dampak psikologis yang bisa menurunkan produktivitas karyawan, macet di ibukota juga telah meningkatkan biaya produksi yang lebih besar. Karenanya, para pengusaha pun berniat untuk untuk memindahkan usahanya ke luar negeri.

3. Dampak Terhadap Kesehatan
Kemacetan merupakan “makanan” sehari-hari penduduk di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti di Jakarta. Setiap partikel karbondioksida yang dikeluarkan oleh kendaraan pun menjadi bagian yang membahayakan bagi para pengguna jalan dan penduduk di sekitar daerah kemacetan. Penyakit pernapasan, jantung, dan kanker adalah sebagian efek samping yang kerap menjadi perhatian. University of Southern California yang menganalisis efek polusi udara terhadap kesehatan otak 7.500 wanita di 22 negara bagian di Amerika Serikat, melaporkan bahwa gas buangan kendaraan bermotor dapat mempengaruhi kapasitas mental, inteligensi, dan stabilitas emosi.

Solusi Kemacetan
Solusi dalam mengatasi kepadatan lalu lintas bisa dicegah dengan dua cara, yakni, solusi jangka pendek dan solusi jangka panjang (Boediningsih, 2011):

1. Solusi jangka pendek
Ada beberapa bentuk solusi jangka pendek yaitu: Penempatan petugas pada jam-jam sibuk dalam rangka penertiban dan penegakan hukum. Aparat petugas atau polisi lebih meningkatkan semangat kerja, kejujuran, dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas sehingga petugas selalu ada ditempat tugas terutama pada jam-jam sibuk untuk mengatur kemacetan lalu lintas dan menindak tegas bagi siapa saja yang melanggar rambu-rambu lalu lintas. Serta memasang traffic light atau rambu lalu lintas di perempatan jalan atau dipersimpangan jalan dan penambahan rambu dilarang berhenti dan parki jalan-jalan tertentu yang rawan macet. Mengecat Zebra Cross. untuk menyeberang jalan bagi pejalan kaki, oleh karenanya agar pejalan kaki tidak sembarangan dalam menyeberang.

2. Solusi jangka panjang
Ada beberapa solusi jangka panjang yaitu: Pelebaran jalan yang ada untuk mengurangi kemacetan lalu lintas karena jalan yang sudah ada memang sudah tidak mungkin lagi menampung mobil atau kendaraan bermotor yang ada. Pemerintah juga harus Melakukan Perbaikan atau pembenahan persimpangan jalan yang rawan macet serta mengusulkan Bus Sekolah untuk siswa sekolah sehingga para siswa sekolah tidak memakai sepeda motor sendiri maupun diantar atau memakai mobil pribadi. Langkah ini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas. Menentukan jenis pengendalian persimpangan yang tepa untuk mengatur persimpangan jalan yang sering rawan kemacetan sehingga di masa yang akan datang diharapkan persimpangan-persimpangan jalan tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas. Yang terakhir perlu diadakan evaluasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar instansi terkait atau aparat polisi sebagai pelayan masyarakat dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dari sekarang.

Solusi Maslah Kemacetan

Beberapa pemecahan masalah kemacetan yang dikutip  (id.wikipedia.org) yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehensif meliputi langkah-langkah sebagai berikut:


Peningkatan kapasitas
Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan /parasarana seperti:
  1. Memperlebar jalan, menambah lajur lalulitas  sepanjang hal itu memungkinkan,
  2. Mengubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah,
  3. Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan.
  4. Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak sebidang/flyover,
  5. Mengembangkan inteligent transport sistem.
  6. Memberikan Sanksi Jika Ada Yang Melanggar 
Keberpihakan Kepada Angkutan Umum 
Untuk meningkatkan daya dukung jaringan jalan dengan adalah mengoptimalkan kepada angkutan yang efisien dalam penggunaan ruang jalan antara lain:
  1. Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum
  2. Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Jakarta dikenal sebagai Busway 
  3. Pengembangan kereta api  kota, yang dikenal sebagai metro di Perancis, Subway di Amerika, MRT di Singapura 
  4. Subsidi langsung seperti yang diterapkan pada angkutan kota di Transjakarta, Batam ataupun Jogjakarta maupun tidak langsung melalui keringanan pajak kendaraan bermotor, bea masuk kepada angkutan umum. 

Pembatasan Kendaraan Pribadi

Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus dilakukan manajemen lalulintas  yang lebih ekstrem sebagai berikut:
  1. Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP). ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura, London, Stokholm. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya.
  2. Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.
  3. Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu, seperti diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain pembatasan sepeda motor masuk jalan tol, pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway.


Sumber :
http://saskiaputriarliani.blogspot.com
http://helenang99.blogspot.com 
Jagatreview.com
http://id.wikipedia.org
http://ylxchandra.blogspot.com 
http://ghariza-erindrian.blogspot.com


Kamis, 23 Januari 2014

Manusia Berkeringat itu Sangat Penting Bro!

Manusia melakukan setiap kegiatan baik itu olahraga maupun aktivitas berat atau lainnya pasti mengeluarkan keringat. Orang yang bekerja di naungan ruangan pendingin umumnya tidak berkeringat sehingga kulit kita tidak mengeluarkan keringat dan itu bahaya bagi kesehatan.

Memang, akan sangat nyaman ketika berada di ruangan ber-AC dan Anda tidak perlu khawatir akan berkeringat lebih atau bahkan merasa panas. Khususnya untuk Anda yang bekerja lebih dari 8 jam di ruangan ber-AC. Jika terlalu lama berada di ruangan ber-AC bisa berbahaya bagi kesehatan.

Pengertian berkeringat menurut situs id.shvoong.com adalah mekanisme alami untuk mengatur suhu tubuh saat bereaksi terhadap kondisi panas atau melakukan aktivitas fisik berat. Keringat dihasilkan kelenjar keringat di lapisan dermis kulit dan keluar melalui pori-pori. Keringat yang berlebihan padahal tidak ada kegiatan fisik yang berat dapat karena berbagai hal : kegemukan, menjelang dan awal haid.

Sedangkan pengertian keringat menurut http://id.wikipedia.org adalah  air yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat pada kulit mamalia. Kandungan utama dalam keringat adalah natrium klorida  (bahan utama garam dapur) selain bahan lain (yang mengeluarkan aroma) seperti 2-metilfenol (o-kresol) dan 4-metilfenol (p-kresol).

Pada manusia, keringat dikeluarkan untuk mengatur suhu tubuh, walaupun ada yang beranggapan bahwa komponen dari keringat laki-laki dapat berfungsi sebagai  feromon Penguapan keringat dari permukaan kulit memiliki efek pendinginan karena panas laten penguapan air yang mengambil panas dari kulit. Oleh karena itu, pada cuaca panas, atau ketika otot memanas karena bekerja keras, keringat dihasilkan. Keringat meningkat dalam keadaan gugup dan mual, serta menurun dalam keadaan demam. Hewan-hewan yang memiliki sedikit kelenjar keringat, seperti anjing, menurunkan temperatur tubuh dengan membuka mulutnya sambul menjulurkan lidah (terengah-engah), sehingga air menguap dari rongga mulut dan faringnya. Hewan primata dan kuda, memiliki kelenjar keringat di ketiak seperti pada manusia.

Adapun dampak positif dan dampak negatif menurut http//id.wikipedia.org  
Dampak positif
·       Membuang  racun dari dalam tubuh.
·       Membantu mendinginkan tubuh saat kepanasan.
·       Membakar kalori.
·       Menurunkan stres.
·       Memperlancar sirkulasi darah.
·       Mempercantik kulit.

Dampak negatif
  • Keringat dapat menyebabkan kulit dan baju terlihat basah atau lembab.
  • Karena mengandung garam, dapat meninggalkan bercak keputihan atau kekuningan pada pakaian.
  • Keringat yang berlebihan dapat menyebabkan gatal-gatal dan kemerahan pada kulit.
  • Keringat dapat menciptakan lingkungan yang tepat untuk tumbuhnya beberapa mikroorganisme berbahaya seperti jamur.
  • Langsung mandi dengan air dingin setelah berkeringat banyak dapat beresiko fatal.
  • Bila ingin mandi setelah berkeringat banyak, tunggulah sejenak sebelum mandi dan gunakanlah air hangat ketika mandi.

Manfaat keringat
Keringat yang dikutip info-keringat.blogspot.com terdiri atas air, garam, dan elektrolit sehingga sebenarnya tidak berbau (hanya asin!). Yang membuat keringat berbau adalah campuran antara keringat itu sendiri dengan substansi tubuh yang lain. Tubuh kita kan punya dua jenis kelenjar keringat: eccrine yang mengatur suhu tubuh dan apocrine yang melepaskan feromon, senyawa kimia yang menyebabkan aroma alami tubuh kita. Kelenjar apocrine, yang biasanya ditemukan di ketiak dan selangkangan menghasilkan campuran kental yang juga mengandung protein dan lemak. Nah, bau badan terjadi ketika keringat bercampur dengan bakteri pada kulit kita.

Selain berfungsi untuk mendinginkan, keringat juga menunjukkan sinyal penting bahwa tubuh berfungsi normal dan sehat. "Jika Anda melakukan aktivitas yang intens dan berhenti berkeringat, itu tanda Anda mengalami dehidrasi," kata Dr Gibson.

Berkeringat juga menjadi tolok ukur kapan kita kepanasan atau perlu mengisi lagi cairan ke tubuh kita. Dengan berkeringat, kita justru jadi tahu harus segera minum agar tidak dehidrasi. Manfaat keringat lainnya, menurut Christine Raffa, pemilik Raffa Power Yoga di Rhode Island, membersihkan kulit sambil melepaskan racun-racun dan membuat tubuh jadi lembap kembali.

Namun, meskipun kita perlu berkeringat, tentu akan mengganggu bila keringat tersebut menimbulkan bau. Itu sebabnya kita menggunakan deodoran (untuk menyamarkan bau), antiperspirant (untuk memperlambat aliran keringat), atau kombinasi keduanya.


Seperti dilansir Fitday.com, yang dikutif detik.com manfaat keringat bagi tubuh:
1. Membuang racun dari tubuh
Berkeringat dapat membersihkan zat berbahaya seperti alkohol, kolesterol dan garam dari tubuh. Penelitian menemukan bahwa 30% racun dari tubuh dibuang lewat keringat. Ginjal membutuhkan waktu 24 jam untuk mengeluarkan racun berbahaya dari tubuh, namun berkeringat menghilangkan racun lebih cepat.


2. Memperlancar sirkulasi darah
Berkeringat juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Ketika tubuh memanas dan mengeluarkan keringat, jantung bekerja lebih keras untuk meningkatkan sirkulasi darah. Mekanisme ini bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang.

3. Mempercantik kulit
Keringat mengandung sejumlah kecil antibiotik yang dapat melawan bakteri yang ditemukan secara alami pada kulit. Berkeringat juga dapat membersihkan pori-pori yang sehingga membuat kulit terlihat cerah dan halus. Banyak berkeringat juga dapat memperlambat tanda-tanda penuaan dini dan mengurangi efek kerusakan kulit.

4. Membakar kalori
Berkeringat juga bisa membantu menurunkan berat badan. Ketika tubuh dipanaskan saat berolahraga, lemak dalam tubuh larut dalam air dan keluar dari tubuh lewat keringat. Berkeringat dapat membakar 300 kalori per jam.

5. Menurunkan stres
Keringat tidak secara langsung dapat menurunkan stres atau meningkatkan suasana hati. Namun, meningkatkan panas tubuh dengan berolahraga atau sauna memiliki efek positif. Endorfin dan bahan kimia lainnya yang dilepaskan saat berolahraga secara alamiah meningkatkan mood dan menurunkan stres.

Sumber:
http://id.wikipedia.org
http://info-keringat.blogspot.com
http://newslifestyle4u.blogspot.com
http://id.shvoong
http://health.detik.com

Rabu, 22 Januari 2014

Budaya Money Politic Pesta Demokrasi Pemilu 2014

Bangsa Indonesia di tahun 2014 ini, sedang melakukan pesta demokrasi Pileg dan Pilpres. Menurut jadwal KPU, Pemilu 2014 akan dilaksanakan dua kali yaitu Pemilu Legislatif pada tanggal 9 April 2014 yang akan memilih para anggota dewan legislatif dan  Pemilu Presiden pada tanggal 9 Juli 2014 yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden. Saat ini, caleg sedang melakukan kampanye untuk menarik simpatisannya. Berbagai cara yang tempuh caleg mendekatkan dirinya kepada simpatisannya untuk memenangkan suaranya.

Bicara Pemilu 2014 maka topik dominan yang muncul adalah seputar money politic oleh peserta parpol untuk memenangkannya. Meskipun masih penuh perdebatan, namun persoalan money politic sepertinya belum menemukan titik temu. Dalam hal ini praktek money politic selalu diklaim berlangsung dalam pelaksanaan pemilu, namun semua pihak kesulitan memberikan bukti otentik terhadap terjadinya money politic. Banyak pihak yang menganalogikan money politik ibarat (maaf) kentut yang tidak berbunyi namun baunya cukup terasa.

Fenomena tidak adanya eksekusi yuridis terhadap pelanggaran money politik menjadi indikasi bahwa praktek money politik dalam pemilu menjadi sebuah persoalan rumit. Kerumitan mengeksekusi kasus money politik setidaknya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti masih terjadi perdebatan definisi money politik. Banyak pihak yang masing bingung membedakan antara politik uang dan ongkos politik.

Sudah menjadi budaya caleg maupun capres menggunakan money politik dalam pemilu. Mengingat ketika kampanye mesti membayar berbagai macam perangkat untuk meramaikannya, seperti membayar setiap orang yang datang ikut kampanye, membayar becak atau mobil, membuat kaos, menyewa sound system dll. Dia meyakinkan bahwa hal yang demikian itu adalah pelanggaran namun tidak dapat dihindari ketika arena kampanye atau politik memerlukan ongkos yang tinggi.

Direktur Eksekutif IPI, Burhanudin Muhtadi dalam situs www.riaupos.co mengatakan, Dalam Pemilu 2014, pola dan kinerja Parpol menjadi potensi terjadinya money politik di Tanah Air semakin besar. Kondisi itu dikarenakan terjadi jarak yang cukup jauh antara parpol dengan masyarakat, sehingga parpol harus mendekati pemilih lewat transaksi politik uang. Jika Parpol tak berbenah diri, maka pemilih akan menjauhi partai dan dipastikan biaya politik makin mahal. Karena pemilih cenderung memakai pendekatan transaksional dengan partai.

Selanjutnya, Burhanudin Muhtadi menyatakan, money politic pada Pemilu 2014, menurut tulisan Pan Lara di situs politik.komposiana.com, yang tulisannya menyatakan, Money politic pada Pemilu 2014 ini tidak hanya terjadi di pileg, namun di pilpres pun hal itu dapat terjadi karena di pileg itu berbagai pihak sudah terlibat. karena itu dimungkinkan semua pihak yang terlibat di dalam pemilu memainkan itu. Menurutnya, Money politic merupakan senjata yang ampuh untuk negara yang sedang berkembang yang budaya politiknya rendah seperti Indonesia dan Indonesia agak sulit untuk terlepas dari money politic.  

Bahkan pada Pemilu 2019, menurut  Burhanudin Muhtadi, nanti pun, money politic pasti masih akan ada dan hanya terkikis sedikit saja. Untuk itu, pengawasan dan peran Bawaslu serta masyarakat sangat penting. Bawaslu harus bekerja keras untuk mengawasi semua TPS agar bisa mencegah praktek money politic. Selain itu, kembali lagi ke masyarakat harus sadar bahwa dalam menentukan hak suaranya dalam pileg atau pilpres harus berdasarkan hati nurani jangan tergiur dengan adanya money politic karena hak suara masyarakat Indonesia sangat menentukan kemana jalan kepemimpinan bangsa ini kelak nantinya suram atau cerah.

Dalam upaya pencapaian tujuan politik, onniesandi dalam situsnya di onniesandi.wordpress.com menyatakan, ada yang berbentuk pengerahan massa, lobi-lobi,pendekatan pejabat, tokoh dan masyarakat yang semua memerlukan biaya, ada yang disebut dengan transport, uang jasa, konsumsi lembur dan lain lain. Pengeluaran biaya dalam upaya pencapaian tujuan dimaksud mungkin berupa gaji tetap (sudah menjadi profesinya), tambah uang lembur, atau pemberian yang sama sekali tidak pernah dilakukan kecuali waktu ada tujuan tersebut.

Menurutnya, money politics atau politik uang adalah semua tindakan yang disengaja memberi atau menjanjikan uang atau materi lainya kepada seseorang supaya tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih peserta pemilu tertentu, atau menggunakan hak pilihnya dengan cara tertentu sehingga surat suaranya menjadi tidak sah atau dengan sengaja menerima atau memberi dana kampanye dari atau kepada pihak-pihak yang dilarang menurut ketentuan undang-undang nomor 12 tahun 2003 tentang pemilu atau dengan sengaja memberikan keterangan tidak benar dalam laporan dana kampanye pemilu.


Mengatasi Money Politic
Masyarakat sebagai hak politik harus ikut berpartisipasi pesta demokrasi Pemilu 2014 untuk eksitensi bangsa secara berkelanjutan. Selain itu, calon-calon pada pemilu juga harus komitmen untuk benar-benar tidak melakukan praktek money politik dan apabila terbukti melakukan maka seharusnya didiskualifikasi saja. Bentuk Undang-Undang yang kuat untuk mengantisipasi terjadinya money politic dengan penanganan serius untuk memperbaiki bangsa ini, misalnya membentuk badan khusus independen untuk mengawasai calon-calon pemilu agar menaati peraturan terutama untuk tidak melakukan money politic.

Sebaiknya secara transparan dikemukan kepada publik sumber pendanaan kampaye oleh pihak-pihak yang mendanai tersebut. Transparan pula mengungkapkan tujuan mengapa mendanai suatu partai atau perorangan, lalu sebaiknya dibatasi oleh hukum mengenai biaya kampanye agar tidak berlebihan mengeluarkan biaya sehingga terhindar dari tindak pencarian pendanaan yang melanggar Undang-Undang. Misalnya, anggota legislative yang terpilih tersebut membuat peraturan Undang-Undang yang memihak pada pihak-pihak tertentu khususnya pihak yang mendanai partai atau perorangan dalam kampanye tersebut.

Essesinya praktek money politic dapat menghancurkan masa depan negara ini karena praktek money politic ini akan cukup menguras keuangan suatu partai atau perorangan yang mencalonkan diri pada pemilu sehingga setelah terpilih di pemilu akan memicu niat untuk tindak  korupsi. Para pelaku praktek money politic ini memanfaatkan situasi perekonomian rakyat yang semakin sulit sehingga masyarakat jangan mudah tergiur dengan keuntungan yang diterima sementara ini. Calon pemimpin yang melakuan money politic tentu tidak berlaku jujur sehingga sebagai masyarakat yang cerdas jangan mau di pimpin oleh seseorang yang budi pekertinya tidak baik. Sadarilah apabila kita salam memilih pemimpin akan berakibat fatal karena dapat menyengsarakan rakyatnya. Sebaiknya pemerintah mengadakan sosialisasi pemilu yang bersih dan bebas money politc kepada masyarakat luas agar tingkat partisipasi masyarakat dalam demokrasi secara langsung meningkat.

Perlu keseriusan dalam penyuluhan pendidikan politik kepada masyarakat dengan penanaman nilai yang aman, damai, jujur dan kondusif dalam memilih. Hal tersebut dapat membantu menyadarkan masyarakat untuk memilih berdasarkan hati nurani tanpa tergiur dengan praktek money politic yang dapat menghancurkan demokrasi. Pemerintah juga harus lebih giat memberikan sosialisasi kepada kandidat yang akan di pilih oleh rakyat untuk mengutamakan moralitas politik sehingga dapat berlaku jujur dengan tidak melakukan praktek money politic.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pemimpin bangsa. 

Sumber :
www.pemilu.com
http://politik.kompasiana.com
http://www.riaupos.co
http://kadermudabanten.blogspot.com
http://onniesandi.wordpress.com
http://onniesandi.wordpress.com
http://sartikasartikaa.blogspot.com

Senin, 20 Januari 2014

Berpikir positif Sangat Penting Banget Bro! Just Do it


Berpikir positif adalah cara berfikir secara terbuka dan melihat segala sesuatu selalu memberi hikmah bagi pengalaman hidup. Sebaliknya, seorang yang berfikir negatif hanya merekam gambar kelam dari setiap kejadian atau keburukan pada seseorang maupun alam.

Di musim penghujan bulan Januari 2014 ini, warga di kota Jakarta dan beberapa daerah lainnya disibukkan dengan urusan banjir yang telah menenggelamkan rumah, jalanan, harta benda dan mengganggu aktifitas perekonomian. Tidak hanya rumah penduduk bahkan industri-indutsri pun menanggung banyak kerugian karena berbagai aspek banyak yang terkendala akibat banjir.

Apabila kita berpikir positif dari banjir di negeri ini adalah banyak orang yang peduli dan mau mengeluarkan bantuannya berupa keperluan korban banjir. Begitu juga dengan orang kaya dengan rumah mewah yang terkena banjir yang dulunya tidak kenal orang sekitar, kini mau bersahabat karena butuh pertolongannya.  

Demikian halnya dengan gambaran pikiran negatif; pikiran yang hanya merekam gambar kelam dari setiap kejadian. Kita takkan mendapati warna-warni kehidupan, karena cahaya ditangkap sebagai kegelapan. Untuk itulah, mengapa kita disarankan untuk selalu melihat segala sesuatunya dengan kacamata positif. Apalagi jika disadari, bahwa segala sesuatu di muka bumi ini berada dalam kendali Tuhan Yang Mahakuasa.

Jika kita memahami dan mengaplikasikan ajaran Islam, niscaya kita akan menyadari bahwa Islam adalah ajaran yang sangat sempurna (syamil). Islam memberikan guideline kepada umatnya dalam setiap sudut kehidupan ini. Dalam melihat permasalahan, Islam mengajarkan untuk melihatnya dari sudut pandang positif. Islam mewajibkan umatnya untuk selalu berpikir positif. Dalam Islam, hal tersebut kita kenal dengan istilah khusnudhon.

… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,  padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 216)

Dalam kehidupan kita sehari-hari, orang sering mengatakan, “Pasti ada kebaikan (hikmah) di balik kejadian ini,” atau, “Ini merupakan berkah dari Allah SWT.” Biasanya, banyak orang mengucapkan ungkapan-ungkapan tersebut tanpa memahami arti sebenarnya atau semata-mata hanya mengikuti kebiasaan masyarakat yang tidak ada maknanya. Kebanyakan mereka gagal memahami arti yang sebenarnya dari ungkapan-ungkapan tersebut atau bagaimana pemahaman itu dipraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada dasarnya, kebanyakan manusia tidak sadar bahwa ungkapan-ungkapan tersebut tidak sekadar untuk diucapkan, tetapi mengandung pengertian yang penting dalam kejadian sehari-hari.

Faktanya, kemampuan berpikir positif untuk melihat kebaikan dalam setiap kejadian, apa pun kondisinya baik yang menyenangkan maupun tidak merupakan kualitas moral yang penting, yang timbul dari keyakinan yang tulus akan Allah SWT, dan pendekatan tentang kehidupan yang disebabkan oleh keimanan. Pada akhirnya, pemahaman akan kebenaran ini menjadi sangat penting dalam menuntun seseorang tidak hanya untuk mencapai keberkahan hidup di dunia dan akhirat, tetapi juga juga untuk menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang tak akan berakhir.

Tak ada seorang pun yang kebal terhadap segala peristiwa. Biasakanlah untuk berpikir positif melihat bahwa pada akhirnya ada suatu kebaikan dalam sebuah peristiwa yang pada awalnya terlihat merugikan. Meski demikian, seseorang perlu ingat bahwa ia tidak akan selalu dapat mengetahui maksud sebuah peristiwa adalah sesuatu yang merugikan. Hal ini dikarenakan kita tidak selalu beruntung dapat melihat sisi positif yang muncul. Mungkin juga Allah hanya akan menunjukkan maksud keilahian-Nya di akhirat nanti. Karena alasan itulah, yang harus dilakukan oleh orang yang ingin menyerahkannya pada takdir Allah dan memberikan kepercayaannya kepada Allah adalah menerima setiap kejadian itu—apa pun namanya—dengan keinginan untuk mencari tahu bahwa pastilah ada kebaikan di dalamnya dan kemudian menerimanya dengan senang hati.

Dengan demikian, berfikir merupakan sebuah proses cara pandang seseorang terhadap suatu obyek, baik itu nyata ataupun tidak, yang kemudian menghasilkan penilaian apakah obyek itu positif atau negative. Banyak hal tentunya yang dapat mempengaruhi hasilpenilaian tersebut, antara lain, yang bersifat internal; suasana hati, pemahaman dan penafsiran suatu informasi yang tidak lengkap, peristiwa yang dialami seseorang dalam kehidupan yang mendorong adanya pergeseran cara pandang terhadap sesuatu/orang lain. Yang bersifat eksternal antara lain faktor tingkat pendidikan, budaya, ekonomi, dan lain-lain

Sumber : Http://ponpesdaarettaqwa.blogspot.com
                 http://rizanurfikri.blogspot.com
                 http://butikaini.com